No one has ever become poor by giving, Please Donate

Showing posts with label #VirusCarona. Show all posts
Showing posts with label #VirusCarona. Show all posts

Wednesday, 1 April 2020

Tagged under: ,

Mudah! Inilah Cara Membuat Cairan Disinfektan Sendiri



Sejumlah upaya terus dilakukan dari pemerintah maupun masyarakat di Indonesia agar terhindar dari Virus Corona. Mengharapkan agar korban yang terinfeksi tidak semakin melonjak. Data pada tanggal 25 Maret menyatakan bahwa sebanyak 790 warga di Indonesia positif virus ini dan sudah terdapat 58 orang meninggal dunia.

Mulai dari pemerintah yang mengeluarkan pernyataan untuk masyarakat di Indonesia untuk melakukan physical distancing, hingga pemerintah melalui Kementrian Kesehatan yang telah melakukan tiga langkah pencegahan virus ini masuk ke Indonesia, diantaranya:

1.Menerbitkan surat kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi, Kab/Kota, RS Rujukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan penyebaran virus ini.
2.Menempatkan 135 thermal scanner di seluruh bandar udara di Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung ke Tiongkok.
3.Memberikan health alert card dan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pada penumpang.

Upaya di atas merupakan salah satu upaya pemerintah agar terus melakukan kontrol di Indonesia. Sebagai masyarakat di Indonesia kita juga bisa menerapkan upaya agar terhindar dari virus ini, meskipun langkah kecil tetapi mempunyai dampak yang besar untuk Indonesia.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan selain physical distancing adalah dengan menyemprot cairan disinfektan ke rumah, jalanan, dan lingkungan sekitarnya. Mungkin saat ini sudah jarang kita bisa bebas membeli disinfektan, dikarenakannya meningkatnya permintaan seiring dengan tingginya penyebaran virus ini. Tapi kita tidak perlu panik akan hal itu, karena kita bisa membuat cairan disinfektan sendiri.

Berikut merupakan jenis cairan yang dapat kita pilih salah satunya beserta langkah-langkah cara membuat cairan disinfektan tersebut:
1.Bayclin Lemon, cairkan dengan 20 ml per 1 L air.
2.Bayclin Reguler, cairkan dengan 20 ml per 1 L air.
3.Dettol Antiseptic Liquid, cairkan dengan 25 ml per 1 L air.
4.Dettol Pembersih Lantai Citrus, cairkan dengan 45 ml per 1 L air.
5.Mr. Muscle Axi Triguna Pembersih Lantai, cairkan dengan 1 bagian dalam 1 bagian air.
6.Proclin Pemutih, cairkan dengan 20 ml per 1 L air.
7.Soklin Pemutih, cairkan dengan 20 ml per 1 L air.
8.SOS Pembersih Lantai Antibacterial, cairkan dengan 50 ml per 1 L air.
9.Wipol Pembersih Lantai Cemara, cairkan dengan 1 bagian dalam 9 bagian air.
10.Wipol Pembersih Lantai Sereh dan Jeruk, cairkan dengan 50 ml per 1 L air .

Setelah selesai membuat cairan disinfektan sendiri, maka cairan tersebut siap untuk disemprotkan ke tempat-tempat yang rawan terkena virus dan penyakit. Semprotkan secukupnya secara merata untuk hasil yang maksimal.

Perlu diingat cairan disinfektan ini hanya bisa digunakan di benda mati saja. Artinya, seperti yang dilansir oleh WHO Indonesia, "Menyemprot alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Menyemprot bahan kimia dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (mata/mulut)." Menggunakan bahan seperti ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

Dengan hal tersebut, KPC berharap adanya cara membuat cairan disinfektan sendiri dapat memberi pengetahuan baru kepada masyarakat Cikarang dan sekitarnya untuk turut melakukan pensterilan dimulai dari lingkungan sendiri guna mencegah penyebaran Virus Corona ini.

[Penulis: Tasya,Aliyah,Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 - President University | 1 April 2020]

Wednesday, 25 March 2020

Tagged under: ,

Darurat Corona, bagaimana nasib Bulan Ramadhan 2020?


Dunia saat ini sedang digemparkan dengan virus yang melanda. Virus Corona yang melanda seluruh dunia membuat aktivitas menjadi terhambat. Tidak hanya aktivitas manusia saja yang terhambat namun aktivitas perdagangan, perkantoran, hingga perekonomian juga turut terkena imbasnya.

Masa darurat Corona di Indonesia sudah diperpanjang sampai 29 Mei 2020. Hal ini disampaikan oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB menerapkan Indonesia darurat Corona sejak 28 Januari 2020.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah sampai saat ini. Membuat pemerintah dan masyarakat sangat berhati-hati dengan virus ini. Rabu 25 Maret 2020, juru bicara pemerintah Achmad Yurianto menyatakan, "Ada penambahan kasus baru sebanyak 105 orang, sehingga total kasus adalah 790 orang," yang disiarkan langsung saat konferensi pers di Jakarta.

Seperti yang kita ketahui, bahwa di tahun ini sebentar lagi kita akan bertemu bulan suci Ramadhan. Namun dengan kondisi yang sedang memprihatinkan tahun ini, masyarakat di Indonesia akan menjalankan puasa dan Idul Fitri dengan kondisi darurat virus Corona. Banyak yang bertanya-tanya, akankah shalat tarawih di masjid bisa digelar seperti biasa? Bisakah berbuka puasa bersama tetap dijalankan? Dan masih banyak hal lainnya. Ini juga membuat masyarakat di Indonesia diambang kecemasan dan ketidakpastian.

Pemerintah saat ini juga sudah memberlakukan social distancing yang meliburkan beberapa aktivitas di Indonesia guna mengurangi penyebaran virus ini di Indonesia. Komunitas Peduli Cikarang (KPC) dan beberapa komunitas di Cikarang juga saat ini sedang menunda aktifitas keramaian. Bahkan untuk acara santunan #untuk1000yatim yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 Mei 2020 dengan target 5000 anak yatim pun sudah direncanakan dengan baik sejak awal tahun. Namun, dengan kondisi yang belum kondusif saat ini, semua pihak penyelenggara dari teman-teman komunitas hanya bisa berdoa, semoga keadaan cepat membaik, sehingga acara bisa diselenggarakan sesuai rencana.

KPC berharap dengan situasi yang melanda saat ini, masyarakat dapat terus menjaga kebersihan dan kesehatan. Konsisten untuk melakukan social distancing bahkan physical distancing. Hal ini dilakukan semata-mata demi kebaikan kita sendiri dan orang-orang disekitar kita. Mari kita terus berdoa semoga wabah ini cepat membaik, kita juga bisa bantu para pahlawan yang ada di garda terdepan yaitu para petugas medis dengan sebisa mungkin #dirumahsaja, karena dengan cara ini bisa membantu untuk memutus rantai penyebaran virus dan mari terus berdoa semoga keadaan bisa segera membaik, sehingga kita bisa kembali hidup normal seperti biasanya bisa berkumpul dengan orang-orang sekitar tanpa resah dan gelisah.

 [Penulis: Tasya,Aliyah,Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 - President University | 25 Maret 2020]

Sunday, 22 March 2020

Tagged under: ,

Social Distancing menjadi pilihan pencegahan CoronaVirus di Indonesia



Sosial distancing (menjaga jarak) saat berkomunikasi dengan orang lain menjadi salah satu cara mencegah penyebaran Virus Corona. Banyak orang bertanya mengenai sosial distancing, apa yang dimaksud sosial distancing? Praktik ini untuk bertujuan mencegah orang yang sehat tertular dengan yang terinfeksi. Langkah ini juga menutup acara kelompok dan ruang publik sehingga tidak terjadi keramaian.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,“ ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat Minggu (15/3/2020).

Penelitian membuktikan virus ini menyebar melalui ludah dan dapat mengudara hingga tiga jam setelah orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Studi yang lain juga menyatakan bahwa virus ini dapat bertahan hidup di permukaan hingga beberapa hari.

World Health Organization (WHO) juga menyatakan tentang tindakan perlindungan dasar terhadap Virus Corona ini. Salah satunya dengan Maintaining Social Distancing yang berarti pertahankan jarak setidaknya 1 meter antara diri kita dengan orang lain, terutama yang sedang sakit. Mengapa? “Ketika seseorang batuk atau bersin mereka menyebarkan ludah dari hidung atau mulut yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, akan sangat mungkin bisa tertular," ungkap WHO.

KPC memberikan pengetahuan untuk anggota sendiri dan masyarakat umum melalui Instagram. Dengan memberikan tips-tips pencegahan yang bisa dilakukan secara mudah, KPC berharap warga Cikarang dan sekitarnya mendapat pengetahuan lebih mengenai antisipasi terhadap virus corona ini.

Dunia berharap agar kasus virus ini agar bisa ditangani dengan baik. Tidak luput juga masyarakat di Indonesia juga mengharapkan yang sama. Dengan kebijakan pemerintah mengenai sosial distancing, diharapkan seluruh masyarakat di Indonesia dapat memahami dan mengimplementasikannya dengan baik.

[Penulis: Tasya,Aliyah,Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 - President University | 22 Maret 2020]