No one has ever become poor by giving, Please Donate

Showing posts with label Press. Show all posts
Showing posts with label Press. Show all posts

Tuesday, 13 December 2016

Tagged under:

Rilis Pers - #KamiPeduliLansia, Sebuah Aksi Sosial dari Komunitas Peduli Cikarang


Komunitas Peduli Cikarang
Jalan Ki Hajar Dewantara, Jababeka
Cikarang, Kabupaten Bekasi – Indonesia


#KamiPeduliLansia, Sebuah Aksi Sosial dari Komunitas Peduli Cikarang


Gambar: Slogan kampanye peduli lansia
Sumber: Pheseline Felim (27 November 2016)


Cikarang, 13 Desember 2016 – Komunitas Peduli Cikarang (KPC) membuat sebuah kegiatan sosial baru bernama #KamiPeduliLansia. Seperti namanya yaitu KPC, kali ini aksi kepedulian yang akan dilaksanakan yaitu membantu para lanjut usia (lansia) terlantar agar kesejahteraan sosial mereka meningkat. Berbeda dengan kegiatan KPC sebelum-sebelumnya, KPC kali ini mengangkat lansia sebagai tema kegiatan sosial yang akan dikampanyekan dari bulan Desember 2016 – Mei 2017. Tepatnya nanti pada tanggal 29 Mei 2017, sekaligus memperingati Hari Lansia Nasional, KPC akan menyebar sumbangan dari para donatur kepada para lansia terlantar di beberapa daerah yang akan ditargetkan. Tentunya tidak hanya menargetkan lansia terlantar di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, tetapi di seluruh Indonesia melalui hubungan kerjasama dengan komunitas-komunitas sosial serupa di Indonesia. Kegiatan ini akan dikampanyekan melalui sistem informasi Lini Atas (Above The Line) yaitu informasi yang disebar melalui media masa baik itu media elektronik, media cetak maupun media internet, menimbang efesiensi waktu karena target yang dijangkau sangat luas. Melalui kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap orang tua kita yang sudah lanjut usia sehingga tercipta suasana harmonis antar komunitas dan masyarakat.

“Awalnya beberapa anggota kami melihat beberapa lansia di Jababeka dan Deltamas yang masih bekerja. Ada yang berdagang makanan, menjadi pemulung, peniup seruling, dan penambal ban. Ada yang hidup sendiri, ada yang tinggal bersama anaknya yang kurang memperhatikan orang tuanya. Kami prihatin dan sedih melihat mereka yang setiap hari masih harus berkeliling mencari nafkah atau menunggu sedekah dari orang yang peduli kepada mereka,” kata Dewi Puspita Sari (15/11), Ketua KPC. Terinspirasi dari kondisi tersebut, KPC berusaha untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan sosial lansia terlantar. Dewi juga menjelaskan bahwa lansia-lansia terlantar tersebut belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Oleh sebab itu, KPC mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk sama-sama mengusahakan kesejahteraan sosial lansia terlantar.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 pasal 8, pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia. Dalam UU yang sama pada pasal 6 ayat 2, lansia mempunyai pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga sehingga potensinya perlu diamalkan kepada generasi penerus. Bagaimana para lansia tersebut dapat mengamalkan kemampuan dan pengetahuannya jika mereka masih harus bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?

KPC mengajak sahabat-sahabat di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial #KamiPeduliLansia ini. Ada 3 cara mudah untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap lansia terlantar:

(1) Unggah foto diri dengan memegang tulisan #KamiPeduliLansia di akun Instagram atau Twitter kita, tulis deskripsi kreatif yang menunjukkan kepedulian kita terhadap lansia terlantar di Indonesia beserta hashtag #KamiPeduliLansia, dan mention atau tag foto tersebut ke akun Instagram @komunitas_peduli_cikarang atau Twitter @KPeduliCikarang. Dengan cara ini, kita telah membantu KPC untuk menyebarluaskan kegiatan sosial #KamiPeduliLansia

(2) Jika kita melihat lansia terlantar di sekitar kita, jangan sungkan untuk rekam video atau foto lansia tersebut. Unggah video atau foto tersebut ke akun Instagram atau Twitter kita dengan menuliskan deskripsi singkat tentang lansia terlantar tersebut dan lokasi pengambilan video atau foto. Jangan lupa juga sertakan hashtags #KamiPeduliLansia dan #KomunitasPeduliCikarang, serta mention atau tag ke akun Instagram atau Twitter. KPC akan segera bertindak untuk membantu lansia terlantar tersebut melalui koordinasi komunitas sosial di daerah tersebut.

(3) Kita juga dapat memberikan bantuan dana melalui https://kitabisa.com/kamipedulilansia atau langsung menghubungi anggota KPC melalui informasi kontak di bawah ini, Selanjutnya KPC akan menyumbangkan dana tersebut kepada lansia-lansia terlantar yang sudah ditargetkan.

KPC ingin menjadi pelopor aksi nyata kepedulian terhadap lansia terlantar di Indonesia dan tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak. “Kami sangat menghargai setiap bentuk kepedulian sahabat-sahabat terhadap lansia terlantar. InshaAllah kami akan memberikan bantuan dana kepada beberapa lansia terlantar di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi mulai tanggal 10 Desember 2016” tambah Dewi.

Komunitas Peduli Cikarang (KPC) adalah sebuah komunitas sosial yang dirikan pada tanggal 1 Mei 2015 dengan jumlah anggota aktif sebanyak 30 anggota aktif. Kegiatan-kegiatan KPC berkonsentrasi pada pendidikan anak-anak, lansia terlantar, dan lingkungan, khususnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi. "Kami melihat, mendengar, peduli, bergerak dan berbagi".

###



Informasi kontak:
Dewi Puspita Sari
Ketua Komunitas Peduli Cikarang
No. Telp : +62 821-2233-0011
Email : komunitaspedulicikarang@gmail.com
Facebook : Komunitas Peduli Cikarang
Twitter : @KPeduliCikarang
Instagram : @komunitas_peduli_cikarang
YouTube : Komunitas Peduli Cikarang
Blog : https://komunitaspedulicikarang.blogspot.co.id/
Tagged under:

#KamiPeduliLansia, Sebuah Aksi Sosial Dari Komunitas Peduli Cikarang





Cikarang – Komunitas Peduli Cikarang (KPC) membuat sebuah kegiatan sosial baru bernama #KamiPeduliLansia. Seperti namanya, KPC bertekad untuk membantu para lanjut usia (lansia) terlantar agar kesejahteraan sosial mereka meningkat. Berbeda dengan kegiatan KPC sebelum-sebelumnya, KPC tidak hanya menargetkan lansia terlantar di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, tetapi di seluruh Indonesia melalui hubungan kerjasama dengan komunitas-komunitas sosial serupa di Indonesia.

“Awalnya beberapa anggota kami melihat beberapa lansia di Jababeka dan Deltamas yang masih bekerja. Ada yang berdagang makanan, menjadi pemulung, peniup seruling, dan penambal ban. Ada yang hidup sendiri, ada yang tinggal bersama anaknya yang kurang memperhatikan orang tuanya. Kami prihatin dan sedih melihat mereka yang setiap hari masih harus berkeliling mencari nafkah atau menunggu sedekah dari orang yang peduli kepada mereka,” kata Dewi Puspita Sari, Ketua KPC. Terinspirasi dari kondisi tersebut, KPC berusaha untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan sosial lansia terlantar. Dewi juga menjelaskan bahwa lansia-lansia terlantar tersebut belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Oleh sebab itu, KPC mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk sama-sama mengusahakan kesejahteraan sosial lansia terlantar.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998 pasal 8, pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia. Dalam UU yang sama pada pasal 6 ayat 2, lansia mempunyai pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga sehingga potensinya perlu diamalkan kepada generasi penerus. Bagaimana para lansia tersebut dapat mengamalkan kemampuan dan pengetahuannya jika mereka masih harus bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?
KPC mengajak sahabat-sahabat di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial #KamiPeduliLansia ini. Ada 3 cara mudah untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap lansia terlantar:

(1) Unggah foto diri dengan memegang tulisan #KamiPeduliLansia di akun Instagram atau Twitter kita, tulis deskripsi kreatif yang menunjukkan kepedulian kita terhadap lansia terlantar di Indonesia beserta hashtag #KamiPeduliLansia, dan mention atau tag foto tersebut ke akun Instagram @komunitas_peduli_cikarang atau Twitter @KPeduliCikarang. Dengan cara ini, kita telah membantu KPC untuk menyebarluaskan kegiatan sosial #KamiPeduliLansia

(2) Jika kita melihat lansia terlantar di sekitar kita, jangan sungkan untuk rekam video atau foto lansia tersebut. Unggah video atau foto tersebut ke akun Instagram atau Twitter kita dengan menuliskan deskripsi singkat tentang lansia terlantar tersebut dan lokasi pengambilan video atau foto. Jangan lupa juga sertakan hashtags #KamiPeduliLansia dan #KomunitasPeduliCikarang, serta mention atau tag ke akun Instagram atau Twitter. KPC akan segera bertindak untuk membantu lansia terlantar tersebut melalui koordinasi komunitas sosial di daerah tersebut.

(3) Kita jugadapat memberikan bantuan dana melalui https://kitabisa.com/kamipedulilansia atau silahkan langsung menghubungi anggota Komunitas Peduli Cikarang melalui informasi kontak di bawah ini, Selanjutnya kami akan sumbangkan pada lansia-lansia terlantar yang sudah kami targetkan.

KPC ingin menjadi pelopor aksi nyata kepedulian terhadap lansia terlantar di Indonesia dan tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak. “Kami sangat menghargai setiap bentuk kepedulian sahabat-sahabat terhadap lansia terlantar. InshaAllahkami akan memberikan bantuan dana kepada 2 lansia terlantar di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi tanggal 10 Desember 2016” tambah Dewi.

[Penulis: Pheseline Felim, Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013 – President University | 9 Desember 2016]

Informasi kontak:
Email : komunitaspedulicikarang@gmail.com
Facebook : Komunitas Peduli Cikarang
Twitter : @KPeduliCikarang
Instagram : @komunitas_peduli_cikarang
YouTube : Komunitas Peduli Cikarang
Blog : https://komunitaspedulicikarang.blogspot.co.id/

Sumber asli: http://tabloidcikarangpos.com/kamipedulilansia-sebuah-aksi-sosial-dari-komunitas-peduli-cikarang/

Friday, 9 December 2016

Tagged under:

Lansia Terlantar di Indonesia, Siapa yang harus Bertanggung Jawab?








Kehidupan lansia di Indonesia dinilai masih sangat memprihatinkan baik di mata dunia maupun di dalam Indonesia sendiri. Secara global, pada tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat 74 dari 96 negara dalam Indeks AgeWatch Global oleh HelpAge International. Performa terbaik Indonesia ada pada tingkat keselamatan lansia dalam berpergian (89%) dan hubungan dengan lingkungan sosial sekitar (78%). Namun, Indonesia memiliki persentase paling rendah pada ketersediaan dana pensiun (8,1%). Di Indonesia sendiri, data Statistik Penduduk Lanjut Usia di Indonesia oleh BPS 2015 menyatakan bahwa dari sekitar 21 juta jiwa lansia (8,5% dari populasi penduduk) ada 9,55% lansia terlantar dan 23,52% lansia hampir terlantar. Sebanyak 46,53% lansia masih bekerja dengan separuh lebih dari mereka hanya memperoleh upah/gaji/pendapatan kurang dari Rp 1.000.000/bulan. Selain itu, 45,14% lansia di Indonesia berada di rumah tangga dengan status ekonomi rendah, dan hanya 11,08% dari jumlah rumah tangga lansia memiliki jaminan sosial.

Kesejahteraan sosial lansia perlu mendapat perhatian sedari dini demi menciptakan taraf hidup masyarakat Indonesia yang lebih baik. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama bagi pemerintah, masyarakat dan keluarga seperti yang telah diatur dalam UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial Lansia Pasal 8: Pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Kementerian Sosial Republik Indonesia tengah meningkatkan kesejahteraan lansia dalam berbagai program. Pada tahun 2015, berdasarkan data Statistik Penduduk Lanjut Usia di Indonesia oleh BPS 2015, 9,83% dari seluruh rumah tangga lansia menerima bantuan kredit usaha, 1,95% penerima Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan program pemerintah lainnya sebesar 0,16%. Pada tahun 2016, 125.000 lansia menerima Program Keluraga Harapan (PKH); 30.000 menerima Asistensi Lanjut Usia Terlantar (ASLUT); 17.830 lansia mendapatkan perawatan home care; 780 lansia mendapatkan layanan day care; 1.000 lansia mendapat bantuan dukungan keluarga; serta 3.180 lansia menerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP). 

Melihat angka diatas, kondisi ini dirasa belum cukup merata untuk menangani lansia terlantar di Indonesia, masih banyak lansia yang belum terdaftar untuk menerima dana bantuan sosial. Belum lagi ditambah dengan pemerintah daerah yang tidak menjadikan program pelayanan peduli lansia sebagai fokus program kerja mereka melainkan kepada infrastruktur daerahnya. Sebagai contoh, mengutip pernyataan dari Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Taih Minarno dalam sebuah media, yang menyatakan dirinya memprioritaskan infrastruktur dan terkesan menomorduakan kepedulian terhadap lansia dan warga tidak mampu lainnya "Proyek insfrastruktur perbaikan jalan lebih penting dibanding memberi makan warga tidak mampu".

Padahal, idealnya, dengan meningkatkan upaya pemberdayaan lansia potensial dan pelayanan asistensi lanjut usia tidak potensial dapat membantu pemerintah menjaga dan melestarikan nilai budaya, kearifan, keterampilan, pengatahuan dan pengalaman yang dapat dibagikan oleh para lansia kepada generasi yang lebih muda seperti yang tertulis dalam UU No 13 Tahun 1998 pasal 3 dan 4.

Disisi lain, masyarakat juga memiliki peranan yang sama pentingnya untuk peduli terhadap keberlangsungan hidup para lansia. Keluarga diharapkan untuk semaksimal mungkin membantu dan mengurus para anggota keluarga yang sudah berusia lanjut sebelum akhirnya memutuskan untuk menitipkan mereka di panti werdha. Namun, tak jarang ditemukannya lansia yang tinggal dan bekerja sendiri, dan terkadang mengharapkan bantuan dari orang sekitar. Berawal dari gerakan hati melihat kenyataan lapangan yang ada, banyak individual yang akhirnya membangun komunitas sosial atau organisasi nirlaba untuk membuat aksi nyata dalam mewujudkan kepedulian mereka terhadap para lansia.

Sebut saja Komunitas Peduli Cikarang (KPC) (https://komunitaspedulicikarang.blogspot.co.id/), sebagai salah satu contoh komunitas sosial yang belakangan ini gencar dalam mengkampanyekan aksi nyata mereka dalam gerakan sosial #KamiPeduliLansia. Tujuan utama mereka adalah untuk membantu menyuarakan suara para lansia yang belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah, yang hidup dan bekerja sendiri tanpa bantuan sanak saudara, sekaligus berbagi inspirasi hidup para lansia terlantar baik di dalam maupun diluar Cikarang. Mereka berharap gerakan sosial tersebut dapat merangkul dan mengajak komunitas sosial yang memiliki tujuan serupa di daerah lain di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membantu para lansia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Disimpulkan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu saling berkoordinasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia seperti yang tertulis dalam UU No. 13 Tahun 1998 pasal 25 ayat 1. Pemerintah akan memberikan penghargaan kepada masyarakat (perseorangan, keluarga, kelompok, organisasi sosial, dan/atau organisasi kemasyarakatan) yang berperan dan terlibat dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia diatur dalam UU No 13 Tahun 1998 Pasal 23 dan PP No 43 Tahun 2004 Pasal 42 59. Sebaliknya, pemerintah juga dapat memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan pelanggaran yang diperbuat yang tertulis dalam UU No 13 Tahun 1998 Pasal 26 28.

Penulis: Charista Aprilia, Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013 President University

Sumber asli: http://rubik.okezone.com/read/41035/lansia-terlantar-di-indonesia-siapa-yang-harus-bertanggung-jawab

Wednesday, 7 December 2016

Tagged under:

Kisah Engkong, Penambal Ban Keliling yang Serumah dengan Ayam






Liputan6.com, Jakarta Engkong Minggu, seorang kakek tua berumur 77 tahun, sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban keliling di daerah Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Engkong menghabiskan malamnya dengan suara-suara ayam di samping tempat tidurnya karena dia tinggal seatap dengan ayam-ayam tersebut.

Tanpa kenal lelah, engkong masih sanggup berkeliling dengan sepeda tua, sebuah pompa ban, dan beberapa perlengkapan tambal ban yang sederhana yang ia masukkan dalam kotak merah bertuliskan samar-samar “TAMBAL BAN”.

Karena sering merasa sakit pada kakinya, engkong sudah tidak lagi kuat mengayuh sepedanya sehingga engkong berjalan berdampingan dengan sepeda berkeliling dari pagi sampai sore di sekitar bundaran Jababeka.

Setiap hari engkong menunggu pengemudi motor atau sepeda di pinggir jalan untuk memakai jasanya atau mengharapkan sedekah dari kendaraan yang lalu lalang demi menyambung kehidupannya.
Engkong Minggu hanya mendapatkan seribu rupiah untuk setiap ban yang dipompanya bahkan sampai pernah tidak mendapatkan penghasilan sama sekali dalam sehari. Meskipun begitu, engkong masih mengucap syukur dan terus menggunakan kekuatannya dalam menekuni pekerjaannya itu.

Dahulunya, engkong pernah menjadi salah satu montir di perusahaan otomotif swasta besar di Jakarta dan menarik becak. Meskipun sudah sulit berbicara dan mendengar, engkong tetap ramah dan selalu berusaha membantu orang lain.Misalnya meminjamkan uang yang didapatnya kepada orang yang membutuhkannya.

Walaupun engkong pernah ditipu dan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan, engkong tidak khawatir karena engkong memiliki kemampuan bela diri sejak muda.

Engkong merasa umur bukan menjadi hambatannya dalam mencari nafkah. Semenjak istrinya meninggal, engkong hidup sendiri tanpa mau bergantung pada 5 orang anaknya.

Selain Engkong Minggu, masih banyak lanjut usia (lansia) terlantar yang masih bekerja di masa tua mereka. Sekitar 20 juta lansia diluar sana yang ingin hidup dengan sejahtera tapi tidak mendapatkan perhatian dari keluarga, pemerintah, dan masyarakat (BPS, 2015). Mereka mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarkat, berbangsa, dan bernegara (UU No. 13 Tahun 1998, Pasal 5 Ayat 1).

Saatnya kita peduli! Kita bisa ikut berkontribusi untuk membantu para lansia terlantar di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial mereka.

Ikuti gerakan #KamiPeduliLansia dari Komunitas Peduli Cikarang atau KPC (komunitaspedulicikarang.blogspot.co.id) sebuah komunitas sosial pemerhati pendidikan anak-anak, lansia terlantar, dan lingkungan.

Cukup unggah foto diri kamu dengan kertas bertuliskan #KamiPeduliLansia di akun Instagram atau Twitter kamu dan tag atau mention ke akun Instagram @komunitas_peduli_cikarang atau akun Twitter @KPeduliCikarang.

Jangan lupa sertakan hashtags #KamiPeduliLansia dan #KomunitasPeduliCikarang. Dengan cara tersebut, kamu telah membantu KPC untuk menyebarluaskan gerakan ini. Selain itu, kamu juga bisa laporkan lansia terlantar yang kamu temui di sekitarmu dengan mengambil foto atau rekam video; unggah ke akun Instagram atau Twitter kamu dengan deskripsi singkat tentang lansia tersebut dan lokasi pengambilan gambar atau video; tag atau mention ke akun Instagram atau Twitter KPC.

Melalui kerjasama dengan komunitas-komunitas sosial lainnya, KPC bertekad membantu para lansia terlantar di Indonesia agar kesejahteraan sosial mereka meningkat. Jika kamu tidak aktif di media sosial namun tetap mau berkontribusi, kamu dapat memberikan sedekah melalui https://kitabisa.com/kamipedulilansia. Sekarang saatnya tunjukan rasa pedulimu terhadap lansia-lansia terlantar di Indonesia melalui #KamiPeduliLansia.

Penulis: Hana Merissa Christina
Mahasiswi Public Relations – President University

Sumber asli: http://citizen6.liputan6.com/read/2672196/kisah-engkong-penambal-ban-keliling-yang-serumah-dengan-ayam

Monday, 27 June 2016

Tagged under:

Komunitas Peduli Cikarang: Komunitas dari dan untuk Cikarang





Komunitas Peduli Cikarang (KPC) adalah komunitas sosial yang didirikan oleh pemuda pemudi Cikarang yang fokus terhadap anak-anak dan lingkungan. Terbentuk tanggal 1 Mei 2015, sejak diresmikannya akun facebook KPC oleh founder KPC bernama Dewi Puspita Sari (10/90), mahasiswi lulusan Fakultas Komunikasi President University angkatan XI. Saat ini anggota ada 50 orang lebih yang tidak hanya berasal dari Cikarang, dan berkumpulnya sering dilakukan di tempat makan bernama “Radio Cafe Cikarang” di Kota Jababeka, dengan target kegiatan KPC adalah di kota Cikarang. KPC didirikan atas dasar rasa kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhu’afa yang masih memerlukan bantuan baik secara moril maupun materi. Selain itu, adanya rasa kepedulian terhadap lingkungan kota Cikarang yang sudah banyak polusi akibat pesatnya perkembangan industri. Maka dari itu, anggota sepakat untuk konsisten terhadap visi misi KPC agar segala kegiatan dan aktivitas dapat berjalan dengan lancar. 

Menyelaraskan visi misi KPC, maka agenda-agenda pun mulai direncanakan dan direalisasikan. Awal kegiatan KPC mulai dari menghadiri undangan dari NC Radio yang ke 6 dan Radio Cafe Cikarang yang ke 2 pada tanggal 23 Mei 2015. Agenda kedua pada tanggal 4 Juni 2015 yaitu mengadakan buka bersama dengan anak-anak yatim dengan melibatkan 30 anak-anak yatim dari Yayasan Rumah Harapan Cikarang. Agenda ketiga pada tanggal 17 Agustus 2015 yaitu merayakan HUT RI yang ke 70 bersama warga Kp. Cibeber RT 001/006 Ds. Simpangan-Cikarang Utara. Selain festival merah putih, seperti biasa KPC memberikan santunan kepada 30 anak yatim di daerah tersebut. 

Agenda keempat pada tanggal 5 dan 13 September 2015 KPC mempelajari Bank Sampah yang ada di Bank Sampah Regastu, Perumahan Bekasi Regensi 1. Dari sini harapannya KPC dapat mendirikan Bank Sampah di Cikarang yang dapat bermanfaat untuk warga Cikarang. 

Agenda kelima pada tanggal 22 November 2015 membantu mahasiswa President University dalam program “Gerakan Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Untuk Lawan Kuman” untuk 20 anak dari warga Kp. Cibeber RT 001/006 Ds. Simpangan-Cikarang Utara. Dan belumk lama ini KPC mengadakan agenda keenam yaitu pada tanggal 25 Juni 2016 untuk buka bersama dengan 30 anak yatim di Kp. Cibeber RT 001/006 Ds. Simpangan-Cikarang Utara. 

Untuk kedepan akan masih banyak lagi agenda-agenda yang sudah di depan mata yang ada hubungannya dengan anak-anak dan lingkungan. Semoga dengan adanya KPC, pemuda pemudi Cikarang jadi lebih aktif dan produktif, tentunya Kota Cikarang akan menjadi lebih nyaman untuk kita semua. 

Penulis: Dewi Puspita Sari.

Sumber asli: http://cikarangpos.com/index.php/2016/06/27/komunitas-peduli-cikarang-komunitas-dari-dan-untuk-cikarang/

Sunday, 5 July 2015

Tagged under:

Berkah Ramadhan Gerakan Hati Komunitas Peduli Cikarang





CIKARANG – Komunitas Peduli Cikarang (KPC) menggelontorkan santunan dan buka puasa bersama 30 anak yatim piatu dan dhuafa dari Rumah Harapan, Cikarang, di NCRadio. Ketua KPC Dewi Puspita Sari menyampaikan, ini adalah baksos perdana KPC selain concern di bidang lingkungan. 

KPC sendiri resmi terbentuk 1 Mei 2015 dan kini telah memiliki lebih dari 50 anggota. Mulusnya pelaksanaan baksos KPC, lantaran didukung sejumlah pihak yakni, PARBA (Paguyuban Anak Rantau Bumiayu), CJA (Cikarang Japan Aliance), Yuk Berbagi, Kunang-kunang Bekasi (Komunitas Mobil Bekasi), RCPP (Rider Cah Purworejo Perantauan), PT.TBINA dan PT.TACI. 

Sumber asli: http://beritabekasi.co.id/2015/07/berkah-ramadhan-gerakan-hati-komunitas-peduli-cikarang/